Selasa, 18 September 2018

WALHI Jangan Cari Panggung Soal Sawit, Menuding PSI Gagal Paham

Perkebunan Sawit Nusantara Kepong, Maryke
Dear Walhi,
Saya rasa sawit itu adalah bisnis legal di negeri ini, bila ada pembakaran hutan atau apapun yang negatif dan melanggar peraturan yang dilakukan pengusaha sawit, saya rasa tidak ada satupun statement PSI mendukung hal itu.

Saya kira sangat egois, bila WALHI cari panggung seakan punya peran lindungi hutan, dan seakan hanya WALHI cinta negeri ini dan meragukan cinta kami di PSI. saya jadi ingat kebakaran hutan 2012 dan 2103 era SBY saya tidak dengar suara kalian. Bisa saja PSI duga kalian main mata dengan partai penguasa saat itu.
Nusantara Kepong, Maryke - Kec. Kutambaru

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20180917174025-32-330872/walhi-sis-bro-pengurus-psi-gagal-paham-soal-sawit

Terkait PSI bilang bahwa ekspor membuat harga gadget jadi murah saya rasa sangat tepat, ekspor itu sumber devisa dimana ekspor Indonesia 90% masih pakai dollar. Apa devisa itu penting, sangat penting coba sekali-kali baca artikel ekonomi biar nambah wawasan jangan asap terus jadi benci banget sama pengusaha sawit meskipun mereka menggunakan ijin dan prosedur yang benar. Devisa sangat penting untuk bayar hutang luar negeri dan untuk stabilkan nilai tukar saat diperlukan, supaya tidak terulang 98, tapi jangan rekayasa juga seperti century. Dengan kuatnya nilai rupiah akibat devisa tersebut harga barang" impor seperti gadget jadi murah, coba pelan" pahami alur logika nya.

Jadi gimana ya, WALHI fokus kerja bener urus hutan. Stop cari panggung seakan paling berjasa sendiri di negeri ini, kami PSI juga ingin negeri ini maju, terkait ada kerusakan hutan akibat pengusaha sawit nak itu tugas anda sebagai pemerhati lingkungan.. Mari semua pada porsinya, KPK juga semoga makin banyak tangkapan pejabat nakal yang gunakan jabatan keluarkan ijin buka lahan, yang berakibat pada rusaknya ekosistem. (Kristian Thomas) 


Jumat, 07 September 2018

Pendidikan Penting untuk Meningkatkan Produktivitas Masyarakat

SDN Kutambaru tempat saya dulu menimba ilmu
Beberapa waktu lalu terjun langsung ke masyarakat, mendengar dan berbincang dgn mereka, ada beberapa hal yang menjadi point penting. Daerah Langkat Hulu memiliki banyak potensi pertanian seperti: kelapa sawit, karet, kemiri, coklat, pinang, hasil hutan, lada, jeruk dll. Semua itu tumbuh subur. Belum lagi ada potensi tambang seperti semen, dolomit, gas alam, dsb dan yang tidak kalah penting adalah sektor pariwisata yg memiliki banyak objek dan pemandangan yang cukup bagus.
Namun, untuk memberi nilai tambah semua itu dibutuhkan sentuhan pendidikan untuk dapat mengelola dan mengolah menjadi lebih bernilai. Semua produk pertanian hampir keseluruhan dijual dalam bentuk bahan mentah, belum ada yang diolah menjadi setengah jadi atau siap pakai, Kayu glondongan, getah karet, buah sawit dst akan menjadi komoditas lebih bernilai ketika sdh diolah menjadi produk jadi. Untuk itu perlu pengembangan, dan salah satu meningkatkan kecerdasan masyarakat perlu perhatian dalam bidang pendidikan, misalnya SMK yang memberikan kreativitas siswa dalam mengembangkan olahan produk lokal.
Sebagai putra daerah di Kutambaru, saya merasakan hal ini masih jauh tertinggal. Sejak menjadi kecamatan tahun 2008 (kalau tdk salah) hingga saat ini belum ada SMP negeri dan sekolah SMU/SMK atau kejuruan sederajat, yang dapat menampung siswa lebih banyak untuk mempersiapkan orang muda dalam mengelola hasil daerahnya. Pendidikan menjadi poin yang sangat penting untuk memajukan suatu daerah, kita lihat dimana tokoh-tokoh di Sumut banyak membangun sekolah-sekolah unggulan untuk mendorong kemajuan suatu daerah, seperti Soposurung di Balige, Mata Uli di Sibolga, Sekolah DEL di Laguboti, dll.

Minggu, 02 September 2018

Mengapa Politik Itu Penting?

Ketua Umum PSI dan Calon Legislatif Tk I Sumut
Ingin berbuat bagi banyak orang, terjunlah ke dunia politik. Bila ingin membantu orang dengan kemampuan sendiri itu akan terbatas kemampuan seseorang. Melalui jalur politik bisa berbuat lebih banyak. Kebijakan-kebijakan yang dilakukan lembaga politik di perwakilan rakyat dampaknya akan lebih besar untuk kepentingan masyarakat.” Seringkali orang berpendapat politik itu kotor. Itu tidak sepenuhnya salah, tapi kalau dibiarkan tanpa ada orang yang bisa membersihkannya, maka politik itu bisa kotor selamanya. Dibutuhkan orang-orang yang bersih untuk membenahi birokrasi yang terlanjur kotor. Analoginya seperti gelas yang terisi air yang kotor, maka untuk menjadikannya bersih, tuanglah air bersih ke dalam sebanyak-banyaknya, lama-kelamaan yang kotor akan menjadi bersih. Demikian juga di negara kita, dibutuhkan banyak orang muda yang penuh integritas dalam membenahi birokrasi negara kita yang sudah terlanjur pekat, banyak intrik hanya untuk kepentingan pribadi, yang dipertontonkan di media-media. Namun, akankah terus keadaannya seperti ini? Perdulikah Anda? Jika hati Anda terbesit keinginan untuk merubahnya, mari kita bersama satukan barisan. Jangan berikan ruang, orang yang mengatur kepentingan publik namun lebih mengutamakan keuntungan pribadi. Salam Solidaritas..!